RSS

Sesi 1

NORMA-NORMA DALAM MASYARAKAT

Standar Kompetensi:

Memahami hakikat norma yang berlaku dalam masyarakat

Kompetensi Dasar:

1.1  Mendiskripsikan Hakikat norma, Arti penting norma dan Penerapan Norma

PENGERTIAN NORMA, MACAM-MACAM, DAN JUTUAN NORMA

A.    Hakikat Norma

1.  Pengertian Norma

Menurut KBBI, Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai pedoman, tatanan, dan pengendali tingkah lakuyang sesuai dan diterima. Setiap warga masyarakat harus mematuhi norma yang berlaku. Jadi secara Umum dapat disimpulkan bahwa norma adalah kaidah atau ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia dalm hidup bermasyarakat.

2.  Macam-macam Norma

Fungsi norma dalah membatasi dan mengatur tingkah laku manusia, sehingga tidak terjadi benturan antar kepentingan. Norma yang berlaku dalam masyarakat tidak hanya satu, secara umum norma dibedakan menjadi lima macam, antara lain sbb:

1)      Norma Agama

Merupakan sekumpulan kaidah atau peraturan hidup yang sumbernya dari wahyu ilahi. Oleh karena itu, para penganut agama merasa yakin bahwa aapa yang diatur dalam ajaran agama merupakan kaidah yang dating dari Tuhan.dalam hal ini setiap umat beragama melaksanakan dan mematuhi kaidah-kaidah yang bersumber dari ajaran agamanya atas dasar keyakinan, berdasarkan keyakinannya, setiap perintah dan larangan dalam ajaran agama yang dianut, dilaksanakan dan dipatuhi sebagai wujud pengalaman dan kepatuhan pada tuhan.

Norma agama bersifat universal, artinya berlaku bagi seluruh uat manusia diseluruh dunia, pelanggar norma agama mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan agama yang bersangkutan. Sanksi yang dimaksud adalah mendapatkan dosa dan siksa kelak dihari pembalasan.

Contoh:

a)   Perintah untuk saling menyayangi sesama manusia

b)  Perintah untuk berbakti kepada orang tua

c)   Larangan durhaka kepada manusia

d)    Perintah untuk taat dalam beribadah

2)    Norma Kesusilaan

Merupakan kaidah atau peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati nurani manusia (insan-kamil). Peraturan itu berkenaan dengan bisikan kalbu atau suara batin yang diakui dan diinsyafi oleh setiap orang sebagai pedoman dalam sikap dan perbuatannya. Norma kesusilaan merupakan norma yang paling tua dan asli. Dikatakan demikian, karena norma kesusilaan adanya bersamaan dengan kelahiranatau keberadaan manusia itu sendiri, tanpa melihat jenis kelamin dan dari mana asal bangsanya.

Pelanggaran terhadap norma kesusilaan berarti pelanggaran terhadap suara hati nurani dan perasaannya sendiri, sehingga menimbulkan akibat berupa rasa bersalah, gelisah/ tidak tentram, dan menyesal.

Sanksi terhadap norma ini berupa perasaan menyesal pada siri sendiri, gelisah, resah dan merasa tidak tenang dalam hidupnya. Norma ini juga bersifat universal dan dapat diterima oleh seluruh manusia.

Contoh:

a)      Suara hati yang memerintahkan kita untuk tidak berbohong atau dusta

b)      Suara hati untuk berbuat baik terhadap sesama manusia

c)      Suara hati untuk tidak melakukan perbuatan asusila atau aib.

3)   Norma Adat

Merupakan aturan dan perbuatan yang  lazim dilaksanakan secara turun-temurun oleh suatu masyarakat. Norma adat senantiasa tumbuh dari suatu kebutuhan hidup yang nyata, cara hidup, dan pandangan hidup yang keseluruhan merupakan kebudayaan masyarakat tempat norma adat itu berlaku.

Secara garis besar Indonesia kaya akan corak tradisi:

a)   Pertalian keturunan menurut garis perempuan (matrilineal), Contoh: Minangkabau

b)   Pertalian keturunan menurut garis laki-laki (patrilineal), Contoh: Batak, Bali, Ambon.

c)   Pertalian keturunan menurut garis ibu dan bapak (parental), Contoh: jawa

4)   Norma Kesopanan

Merupakan aturan bertingkah laku yang bersumber dari pergaulan disuatu masyarakat tertentu. Ukuran norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, dan kebiasaan yang berlaku dalm masyarakat.

Norma kesopanan berlaku terbatas pada lingkunganmasyarakat tertentu, sehingga antar daerah satu dengan daerah yang lain, dimungkinkan adanya pebedaan-perbedaan. Norma kesopanan umumnya terwujud dalam sikap dan perilaku lahiriah masyarakat. Pelanggaran terhadap kesopanan akan mendapatkan sanksi berupa celaan, digunjingkan, dan diasingkan dalam pergaulan masyarakat.

Contoh;

a)   Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kendaraan umum terutama wanita tua, hamil, atau yang membawa bayi.

b)   Jangan berdesak-desak memasuki ruangan

c)   Jangan meludahdi lantai, di depan orang, di tempat umum, atau sembarang tempat.

5)   Norma Hukum

Merupakan kaidah atau peraturan hidup yang sumbernya adalah Negara sebagai penguasa yang mengatur ketertiban kehidupan suatu Negara. Norma hukum diadakan atau disusun oleh lembaga-lembaga atau badan-badan resmi Negara yang berwenang. Keistimewaan norma hokum dibanding dengan norma lainnya, yaitu norma hokum aturannya bersifat memakssa dan sanksi pelanggarannya bersifat tegas.

Contoh:

a)  Mengenai kendaraan bermotor selain harus dilengkapi dengan surat-surat juga harus dilakukan disebelah kiri, maka barang siapa melanggar akan dikenakan tilang (UU lalu lintas).

b)   Perkawinan sebagaimana tertera dalam pasal 2 UU No. 1 tahun 1974 adalah sah apabila dilakukan menurut hokum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Selain itu setiap perkawinan harus di catat menurut peraturan perundang-undangan.

Memerlukan norma hukum, antara lain:

  1. Tidak semua orang mentaati dan patuh pada norma kesusilaan, norma adat, dan norma agama.
  2. Masih banyak kepentingan manusia yang tidak dijamin oleh ketiga norma yang disebutkan di atas, misalnya diharuskan berjalan kaki di kiri.
  3. Norma hokum sangat diperlukan dalam kehidupan berbangasa dan bernegara karena untuk lebih menjamin adanya kepastian hokum.

3.      Tujuan dan Kegunaan Norma

Bahwa setiap norma memiliki sumber yang berbeda sekalipun dalam pelaksanaannyatidak bisa dipisahkan secara mutlak, adapun mengenai tujuan dan kegunaan setiap norma dapat di uraikan sbb:

1)   Norma agama. Tujuannya adalah menciptakan insan-insan yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT atau tuhan YME, dalam arti mampu melaksanakan apa yang menjadi perintahnya dan meninggalkan larangannya.

Adapun kegunaannya adalah mengendalikan sikap ataau perilaku setiap insane ilahi dalam hidup dan kehidupannya.

2)   Norma Kesusilaan. Tujuannya adalah agar setiap kehidupan manusia mempunyai rasa kesusilaan yang tinggi dalam hidup dan kehidupannya dimasyarakat.

Disebabkan sumber norma kesusilaan adalah hati nurani maka norma ini mempunyai kegunaan untuk mengendalikan ucapan, sikap, perilaku dan perbuatan setiap individu melalui teguran hati nuraninya.

3)  Norma Adat. Tujuannya adalah agar setiap anggota masyarakat menaati segala apa yang diharuskan oleh adatnya, agar dapat tertib dalam hidup bermasyarakat. Kegunaannya adalah untuk mengatur kehidupan atau hubungan antar manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya, sehingga tidak timbul perselisihan di antara sesame anggota masyarakat yang bersangkutan.

4)   Norma Kesopanan. Tujuannya adalah agar seluruh anggota masyarakat yang bersangkutan dapat bersikap dan berperilaku yang sesuai dengan tata krama atau sopan-santun yang berlaku.

5)   Norma hukum. Tujuannya adalah menjamin kepastian hokum, ketertiban, kedamaian dan keadilan dalam masyarakat. Sementara itu kegunaan norma hokum adalah untuk melindungi kepentingan orang lain.

B. Hakikat dan Arti Penting Hukum bagi Warga Negara

1.      Hakikat Hukum bagi Warga Negara

  1. Pengertian Hukum

Hukum merupakan gejala dalam masyarakat, artinya hokum itu baru ada dan berkembang bila kehidupan manusia bersama, dan hukumn mulai bekerja bila ada pelanggaran terhadap berbagai kepentingan manusia dalam hubungannya satu sama lain.

Banyak definisi tentang hokum dikemukakan para pakar, diantaranya JCT Simorangkir, SH, menurutnya hokum adalah peraturan yang bersifat memaksa serta memberikan sanksi yang tegas (berupa hukuman penjara) terhadap siapa yang tidak mau menaatinya. Jadi, hokum adalah peraturan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat untuk mengatur hubungan manusia dengan manusia maupun dengan masyarakatnya serta menjamin rasa keadilan dan mempunyai sifat memaksa.

Dengan kata lain, hokum merupakan suatu seperangkat ketentuan/ himpunan peraturan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat. Hukum berlaku bagi setiap orang tanpa kecuali dan tidak membeda-bedakan baik pejabat, pegawai, petani, buruh, dan rakyat biasa.

b.      Unsur-unsur dan Ciri-ciri Hukum

Berdasarkan uraian tentang hokum di atas maka dapat diidentifikasikan bahwa unsure-unsur hokum adalah sbb:

a)   Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan di masyarakat.

b)   Peraturan itu di adakan oleh badan –badan resmi Negara yang berwajib dan berwenang

c)   Peraturan bersifat mengikat dan memaksa

d)  Sanksi terhadap pelanggaran norma hukum bersifat tegas.

Disamping memiliki unsur-unsur tersebut di atas, hokum juga memiliki cirri-ciri sbb;

a)  Adanya perintah dan larangan

b)  Perintah dan larangan itu harus ditaati oleh setiap orang

  1. c.       Tujuan dan Fungsi Hukum

Hukum sangat diperlukan karena berfungsi sbb:

1)   Mengatur hubungan antar manusia dalam hidup bermasyarakat.

2)   Menjaga dan melindungi hak-hak warga Negara

3)   Menyelesaikan masalah secara adil.

4)   Mengatur jalannya pemerintah Negara

d.      Penggolongan Hukum

Agar dapat membantu dan mempermudah dalam mempelajari, memahami, dan membedakan hukum, berikut ini akan disampaikan tentang penggolongan hukum, antara lain sbb:

1. Hukum menurut sumbernya

Menurut sumbernya hukum dapat di bagi menjadi:

a)    Hukum undang-undang yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan

b)    Hukum adat (kebiasaan), yaitu hukum yang terletak dalam perjanjian antar Negara.

c)    Hukum traktat, yaitu hukum yang ditetapkan oleh Negara-negara di dalam perjanjian antar Negara.

d)    Hukum yurisprudensi, yaitu hukum yang terbentuk karena keputusan hakim.

2. Hukum menurut bentuknya

Menurut bentuknya, hukum dibedakan menjadi:

a)    Hukum tertulis, yaitu hukum/peraturan yang di tulis secara resmi oleh lembaga yang berwenang untuk menetapkan peraturan teresbut dengan sistematika tertentu. Dengan kata lain, hukum adalah semua bentuk tulisan yang dicantumkan dalam berbagai peraturan Negara.

Contoh: UUD 1945, TAP, MPR, Undang-undang, Perpu, dan sebagainya.

b)   Hukum tidak tertulis, ialah peraturan yang tidak ditulis secara resmi, tetapi tetap terpelihara dalam masyarakat dan diakui secara sah sebagai peraturan yang berlaku.

3. Hukum menurut tempat atau wilayah berlakunya, hukum dibagi dalam:

a)   Hukum lokal, yaitu hukum yang hanya berlaku di daerah tertentu (Contoh hukum adat jawa, sunda, batak, minangkabau dan sebagainya)

b)   Hukum nasional, yaitu hukum yang berlaku dalam suatu Negara.

c)   Hukum internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum dalam duniaa internasional.

d)     Hukum Asing, yaitu hukum yang berlaku dalam Negara lain.

4. Hukum yang berlaku menurut waktu berlakunya, dapat dibagi dalam:

a)  Ius Constitutum (hukum positif), yaitu hukum yang berlaku sekarang ini, atau saat ini dan berlaku untuk masyarakat atau Negara tertentu.

b)  Ius Constituendum, yaitu hukum yang diharapkan oleh masyarakat berlaku pada waktu yang akan dating.

c)  Hukum Alam (Hak Asasi), yaitu hukum yang berlaku dimana dalam segala waktu (abadi) dan untuk segala bangsa di dunia, tidak mengenal waktu dan berlaku untuk siapapun diseluruh tempat di dunia.

5. Hukum menurut isinya, dapat di bagi dalam:

a)   Hukum Privat atau hukum sipil, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang lain dengan menyangkut kepentingan perseorangan. Yang termasuk hukum privat misalnya hukum dagang, hukum perdata, hukum adat, hukum islam, hukum waris, dan hukum perkawinan.

b)   Hukum Publik (hukum Negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat perlengkapan Negara atau hubungan Negara dengan warga Negara. Hukum public juga sering diartikan hukum yang mengatur antar warga Negara yang menyangkut kepentingan umum (public). Hukum public meliputi: Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Tata Usaha Negara (HTUN), Hukum Pidana, Hukum Acara Pidana, Hukum Perburuhan.

6. Hukum menurut sifatnya, dapat dibagi dalam:

a)   Hukum yang memaksa, yaitu hukum yang dalam keadaan apapun harus mempunyai paksaan mutlak kepada seluruh warga masyarakat untuk melaksanakan dan menaati.

b)   Hukum yang mengatur, disebut juga hukum pelengkap, yaitu hukum yang dapat dikesampingkan pabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam suatu perjanjian.

7. Hukum menurut cara mempertahankannya, dibedakan atas:

a)   Hukum materiil, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan-kepentingan dan hubungan-hubungan yang berwujud perintah dan larangan-larangan (contoh: hukum pidana dan hukum perdata).

b)  Hukum formil, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur bagaimana cara mengajukan suatu perkara ke muka pengadilan dan bagaimana hakim member putusan terhadap perkara yang diajukan.

8. Hukum menurut wujudnya, dapat dibagi dalam:

a)  Hukum objektif, yaitu hukum dalam suatu Negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang atau golongan tertentu. Hukum ini mengatur hubungannya hukum antar dua orang atau lebih.

b)  Hukum subjektif, yaitu hukum yang timbul dari hukum objektif dan berlaku terhadap orang tertentu atau lebih. Namun pembagian hukum jenis ini sekarang jarang digunakan, karena hukum subjektif di sebut hak, sehingga yang lebih sering digunakan adalah hak.

2.      Arti Penting Hukum Bagi Warga Negara

Hukum ternyata merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kita, disadari atau tidak, setiap hari kita diperlukan keberadaannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk menikamati kehidupan yang aman, nyaman dan tentram kesemuanya itu tidak mungkin terjadi apabila tidak adanya hukum yang dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Dengan demikian keberadaan hukum benar menjadi sesuatu yang penting karena:

a)  Dengan adanya hukum, tingkah laku manusia dalam berperilaku dibatasi

b)  Hak setiap orang terjaga dan dihormati.

c)   Suasana kehidupan masyarakat menjadi tenang, tentram, aman, damai.

d)  Suasana kehidupan masyarakat akan lebih tertib dan teratur.

e)   Pelaksanaan pembangunan nasional dapat berjalan lancer.

Tiga prinsip hukum yang perlu dipahami dan dijadikan pedoman bagi seluruh warga Negara antara lain, sbb:

  1. Supremasi hukum (kekuasaan Tertinggi ada pada Aturan-aturan Hukum)
  2. Kedudukan yang sama di muka hukum (Equality berore the law)
  3. Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang dan keputusan pengadilan

Adapun cirri-ciri Negara hukum, adalah sbb:

a)  Adanya asas legalitas, artinya bahwa semua tindakan warga negara baik oleh para penyelenggara pemerintahan negara atau para pejabat Negara maupun oleh rakyat yang pada umumnya harus beradasarkan dan dibatasi oleh hukum yang berlaku.

b)  Adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak  warga Negara, artinya hukum melindungi manusia dan semua warga Negara hak-haknya diakui, dijamin dan dilindungi oleh hukum. Adanya prinsip equality before the law (kesamaan dihadapan hukum) bagi setiap manusia.

c)   Adanya system peradilan yang bebas tidak memihak, arrrtinya terdapat lembaga peradilan yang bebas dari pengaruh, tekanan, dan campur tangan dari kekuasaan lain. Hukum bertindak adil kepada siapapun, tidak pandang bulu karena hukum hanya memihak kepada kebenaran dan keadilan.

Sedangkan syarat-syarat Negara hukum antara lain, meliputi:

1)   Memiliki undang-undang dan peraturan yang digunakan untuk mengatur hak dan kewajiban warga Negara

2)   Memiliki alat-alat Negara penegak hukum (seperti pengadilan, kejaksaan, dan kepolisian.

3)   Adanya dukungan rakyat terhadap alat-alat Negara

4)   Adanya pengakuan dan jaminan HAM dalam konstitusi.

5)   Adanya asas legalitas

Sumber : Ngadilah.2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Sinar Grafika

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: